Pelajaran dari memasang perangkat di empat gedung pabrik pelanggan
Kami memasang perangkat SeamStream di empat gedung (B, C, D, E) sebuah pabrik pelanggan di Indonesia. Gedung B dan C mulai Juni, gedung D dan E pada Agustus–September. Untuk pemasangan perangkat, patokan waktu kami sekitar 7 menit 30 detik per line. Yang makan waktu kali ini justru hal-hal di luar perangkat: jaringan, label, dan pengisian daya. Kami tulis sesuai urutan kejadiannya, supaya bisa jadi bahan bagi pabrik yang akan melakukan pemasangan serupa.
Kapan disebut selesai dipasang
Pertama kami tentukan dulu patokannya. Satu line dianggap selesai dipasang pada hari datanya mulai masuk ke sistem. Pelatihan dilakukan berurutan: PPIC, cutting, gudang, lalu line. TAP dibagikan saat pelatihan line. Untuk setiap gedung, progres pelatihan lima bagian (PPIC, IE, cutting, gudang, produksi) dan status pemasangan perangkat dikumpulkan dalam satu papan progres. Papan ini diperbarui langsung oleh PIC di lapangan.
Wi-Fi
Kolom yang paling lama kosong di papan progres adalah Wi-Fi gedung E. Bulan Juni kami baru tahu bahwa tidak ada access point (AP) untuk keperluan produksi. Bulan Agustus diputuskan untuk membeli perangkatnya dulu, tapi ternyata jaringannya sendiri memang belum ada. Saat pemasangan di gedung E dimulai pada 27 Agustus, satu-satunya status "belum" di papan masih kolom ini. Kolom itu baru terisi pada 22 September.
Walaupun gedungnya sudah punya jaringan, lebih baik siapkan dulu jaringan khusus untuk perangkat produksi.
Berapa perangkat untuk satu LSU
Awalnya kami mengira angka 70 perangkat per satu pengumpul data line (LSU) itu spesifikasi. Setelah dicek, dengan 70 perangkat memorinya sudah sekitar 96%. Normalnya 70–80%. Jadi angka 70 itu sebenarnya jumlah saat memori sudah hampir penuh. Di program memang diset sampai 100 perangkat, tapi lebih dari itu berisiko. Karena itu batas per LSU kami kunci di 100. Fungsi relay antar-perangkat kami matikan, karena kalau perangkat berkumpul terlalu rapat, sinyalnya membanjir. LSU ditaruh di tengah line, dan perangkat-perangkatnya mengelilingi LSU membentuk lingkaran.
Label dan pengisian daya
Di bagian cutting gedung C, label denim sebelum washing tidak terbaca, sehingga barangnya tidak bisa diteruskan ke proses berikutnya. Pada 29 September masalah ini selesai dengan mencetak barcode lebih besar dan lebih tebal. Printer QR juga begitu: kalau kecepatan cetaknya dinaikkan, hasil cetaknya kurang pekat, dan QR yang kurang pekat tidak bisa di-scan. Uji labelnya dulu, sebelum menguji perangkat.
Ada juga laporan bahwa baterai docking station (DS) rusak. Ternyata pengisiannya yang lambat: 10–12 jam sampai penuh. Apakah aman dipakai sambil diisi, masih kami cek.
Yang dicek sebelum pemasangan di setiap gedung
Setiap kali akan memulai pemasangan di satu gedung, kami mengecek Wi-Fi, printer label (label garmen untuk cutting, QR material untuk gudang), tablet dan LSU, DS, charger, dudukan tablet, serta PDA.
Ringkasnya
Kalau dilihat lagi, lamanya pemasangan lebih ditentukan oleh jaringan dan label daripada jumlah perangkat. Susunan perangkat dan cara pemasangan SeamStream ada di https://ssm8.app/id/.